0
Monday, 5 August 2013

OVER AGAIN


Tok!
mataku beralih ke jendela kamarku yang tertutup. Sepertinya ada seseorang yang melempar batu di kaca jendela itu.
Kakiku melangkah turun dari tempat tidur, meletakkan novel diatas sofa dan melangkah mendekati jendela.
“louis?” aku menatap tidak percaya pada sesosok anak manusia yang sedang menyengir lebar di depanku.
Tanganku terulur membuka pintu jendela.
“hai.” Louis melambaikan tangannya, seakan memanjat keatas atap rumah orang lain adalah suatu hal yang wajar.
“apa yang kau lakukan disini?” tanyaku.
“mengunjungimu.” Katanya. dengan nada tanpa dosa. Aku memutar bola mataku dengan bosan.
“kau mau mati,huh?” tanyaku dengan sarkatis. Dia hanya menyengir. Lagi.
“keluarlah. Langit lagi bagus banget.” Katanya, mengabaikan kata-kataku. dia menarik tanganku tapi, aku menahannya.
“wait,”kataku.
0

CAMP LOVE : chapter 2

***
Harry, liam dan billy mengajari aku, brenna,dan  kelsi cara bermain kartu poker dan dalam waktu lima belas menit saja aku sudah menyerah. Kurasa aku lebih suka bermain uno saja daripada poker seperti ini.
“daripada aku mengacau lebih baik kau main sendiri saja. aku akan menonton dan menyeangatimu.” Aku menyengir kuda pada harry.
Dia mengecak rambutku pelan lalu tertawa geli. “sebenarnya aku juga sudah merasa bosan bermain permainan ini. lagipula mereka terlalu mudah untuk di kalahkan.” Dan dengan itu harry mendapatkan dua cubitan dari brenna dan kelsi sekaligus toyoran dari liam dan billy yang tidak terima. Aku hanya memandang geli pada ke-narsisannya yang satu ini.
“pergi saja kau sana.” usir liam. Harry melempar kartu di tangannya diatas meja, dia menjulurkan lidahnya, mengejek.