Monday, 5 August 2013
OVER AGAIN
Tok!
mataku beralih ke jendela kamarku yang tertutup. Sepertinya ada
seseorang yang melempar batu di kaca jendela itu.
Kakiku melangkah turun dari tempat tidur, meletakkan novel diatas sofa
dan melangkah mendekati jendela.
“louis?” aku menatap tidak percaya pada sesosok anak manusia yang
sedang menyengir lebar di depanku.
Tanganku terulur membuka pintu jendela.
“hai.” Louis melambaikan tangannya, seakan memanjat keatas atap rumah
orang lain adalah suatu hal yang wajar.
“apa yang kau lakukan disini?” tanyaku.
“mengunjungimu.” Katanya. dengan nada tanpa dosa. Aku memutar bola
mataku dengan bosan.
“kau mau mati,huh?” tanyaku dengan sarkatis. Dia hanya menyengir.
Lagi.
“keluarlah. Langit lagi bagus banget.” Katanya, mengabaikan kata-kataku.
dia menarik tanganku tapi, aku menahannya.
“wait,”kataku.
