“jadi siapa nama anak laki-laki itu, Sophie?” brenna
menatapku dengan matanya yang berbinar dan senyum lebar di wajahnya.
Aku mengangkat satu alisku, tidak mengerti, “anak laki-laki
siapa?” tanyaku
“ayolah, jangan menyimpan rahasia padaku. aku tau kau sedang
jatuh cinta, kan? Ayo, beri tahu aku siapa anak laki-laki itu?” katanya dengan
berfsemangat. Sejujurnya, dia selalu bersemangat dengan semua hal yang
menyangkut soal cinta. Aku bahkan kadang-kadang merasa mual jika mendengarnya
berbicara panjang lebar tentang arti cinta atau hal-hal seperti itu.
“aku tidak sedang jatuh cinta, brenna sayang.” Kataku
padanya.
“bohong! Aku tau dan yakin seratus persen!” katanya dengan
keras kepala.
Aku memutar mataku, kesal. dia memang keras kepala dan
sedikit menyebalkan tapi, aku tetap sayang padanya karna dia adalah salah satu
sahabatku yang paling kusayangi.
“ayola, Sophie,please.” Dia menatapku dengan mata puppy
facenya. Huh. Sama sekali tidak berpengaruh padaku.
“sungguh, brenn. Believe me,
ok! Kalaupun aku sedang jatuh cintah aku juga tidak akan bercerita
padamu.” Kataku lalu tertawa geli melihat ekspresi sebal di wajahnya.
“dasar pelit.” Cibirnya lalu meghempaskan tubuhnya di
sandaran kursi mobil yang empuk. Wajahnya terlihat sedikit merah adam karna
kesal. Aku semakin tertawa geli
melihatnya.
“Just it, brenn” gumamku, memasang kembali earphone hitam di
telingaku—Brenna melepaskannya dengan paksa tadi. lagu onl hope milik mandy
more terputar di ponselku dan saat itulah aku melihatnya. harry styles.
Seniorku yang memiliki sejuta pesona dan senyum yang dapat melelehkan semua
perempuan yang melihatnya. well, aku menyukainya. I’m fall to him. Tapi, aku
tidak bisa mengakuinya kepada siapapun termasuk pada sahabatku sendiri,brenna.
Entahlah, mungkin perasaanku tidak akan pernah sampai padanya. Dia terlalu sempurnah
untukku yang biasa saja seperti ini. dia seniorku yang sangat populer di
sekolah seperti keempat sahabatnya yang lain. Zayn malik, louis tomlinson, liam
payne dan niall horan. Lima anak laki-laki populer di sekolahku dan mereka
berlima adalah seniorku di klub drama.
Tapi, sebenarnya aku baru menyukai harry sejak 3 bulan yang
lalu. Entah apa yang membuatku jatuh cintah padanya. Yang jelas perasaan itu
muncul begitu saja, walaupun aku sendiri membeci perasaan itu setelah merasakan
patah hati dengan pacarku yang terdahulu.
“ok, guys! Let’s go and let’s have fun!” suara teriakan zayn
menggema di dalam mini bus diikuti suara teriakan anak-anak lain yang berada di
dalam mini bus ini. aku hanya tersenyum tipis melihatnya.
Harus kukatakan aku benar-benar bersyukur sudah menjadi
salah satu anggota di klub drama ini. dan aku juga sangat-sangat bersyukur
karna zayn sudah merencanakan kegiatan camp di hutan selama tiga har ini.
Setidaknya mungkin aku akan lebih dekat dengan harry.
----------------------------------------------------